Dalam yoga, sering dibahas korelasi antara kedalaman pernapasan dan banyaknya pikiran yang mengganggu.
Jika banyak pikiran yang mengganggu, pernapasan menjadi dangkal.
Jika sedikit pikiran yang mengganggu, atau dalam keadaan tenang, pernapasan menjadi dalam.
Ini pada dasarnya benar, tetapi kenyataannya, ketika kundalini mulai aktif, energi meningkat, sehingga sulit untuk melakukan pernapasan statis (apnea) yang terlalu lama atau pernapasan dalam yang panjang. Alasannya adalah karena pernapasan statis atau pernapasan panjang akan menumpuk energi, dan ketika kapasitas tubuh mencapai batasnya, tubuh tidak dapat lagi menyerap energi tambahan, sehingga menjadi seperti perut yang penuh dan terasa tidak nyaman. Akibatnya, gejalanya adalah sebagai berikut:
Pernapasan menjadi dangkal.
Tidak dapat bernapas dalam.
* Tidak dapat melakukan pernapasan statis yang lama.
Ini terlihat mirip dengan keadaan banyak pikiran yang mengganggu, sehingga jika orang lain mengamati secara objektif, mereka mungkin akan salah mengira. Namun, ini adalah situasi yang sangat berbeda. Pada kenyataannya, ketika kundalini mulai aktif, jumlah pikiran yang mengganggu cenderung berkurang, sehingga orang tersebut tidak terlalu terganggu oleh pikiran-pikiran tersebut. Namun, gejalanya terasa mirip.
Jika saya mencari catatan saya, pada bulan Juli 2019, setelah mengalami kundalini, saya mencatat bahwa saya menjadi kurang nyaman dengan kumbhaka (penahan napas), dan satu tahun kemudian, pada bulan Juli 2020, dada (anahata) terasa terbuka dan pernapasan menjadi lebih mudah, tetapi itu belum pulih sepenuhnya sehingga memungkinkan untuk bernapas sangat dalam. Pada tahun 2019, saya hampir mengalami hiperventilasi, dan 30 detik adalah batas maksimal untuk pernapasan statis, tetapi setelah tahun 2020, saya dapat bernapas selama sekitar 1 menit, dan bahkan 40 atau 50 detik terasa nyaman.
Sebelum kundalini, saya bisa menahan napas lebih lama, sekitar 1,5 menit, jadi sepertinya kapasitas tubuh mencapai batasnya terlebih dahulu karena peningkatan energi.
Dan baru-baru ini, area antara alis dan bagian tengah kepala menjadi lebih rileks, sehingga "mata ketiga" (ajna chakra) mulai terbuka sedikit, dan akibatnya, pernapasan terasa lebih mudah.
Akhirnya, saya merasa bahwa saya telah mencapai kondisi pernapasan yang mirip dengan sebelum pengalaman kundalini pertama.