Meditasi dikatakan sebagai hal yang berhubungan dengan konsentrasi, tetapi selain konsentrasi dari kesadaran aktif, yang merupakan proses berpikir, saya merasa bahwa ada juga konsentrasi aura yang disebabkan oleh kenaikan Kundalini. Sensasi saat konsentrasi dalam meditasi, yang menghubungkan tenggorokan dengan alis, berbeda dengan mencoba memfokuskan kesadaran pada alis dengan memusatkan pikiran. Seolah-olah aura, seperti balon atau jeli yang keras, naik dari chakra Vishuddha di tenggorokan, dan aura tersebut terus terhubung dan memenuhi alis. Jika ini disebut sebagai konsentrasi, maka mungkin itu adalah konsentrasi.
Seringkali, dalam dunia meditasi, ada perdebatan tentang apakah meditasi adalah tentang konsentrasi atau observasi, dan terkadang hal ini memicu perdebatan atau pertengkaran. Namun, pada kenyataannya, meditasi adalah keduanya, jadi saya merasa bahwa percakapan seperti itu tidak masuk akal.
Namun, memang ada urutan tertentu. Awalnya, baik itu konsentrasi atau observasi, pada akhirnya akan menjadi kondisi yang disebabkan oleh konsentrasi aura.
Konsentrasi di awal dan akhir ini tampak mirip, tetapi sebenarnya berbeda. Ketika kita mengatakan bahwa meditasi adalah tentang konsentrasi, apakah itu merujuk pada tahap awal atau tahap akhir, hal ini dapat sangat memengaruhi tingkat pemahaman.
Pada tahap di mana ada banyak pikiran yang mengganggu dan kesadaran menjadi kacau jika tidak dapat berkonsentrasi pada alis, pada awalnya, kita harus fokus pada kesadaran aktif dan bertujuan untuk mencapai keadaan kesadaran yang tenang, yaitu keadaan "kosong".
Pada tahap ini, terkadang kita dapat mengalami keadaan konsentrasi yang ekstrem, yang disebut "zona", dan pada saat itu, kita akan merasa sangat bahagia. Kebahagiaan ini bersifat sementara dan merupakan perasaan yang penuh dengan emosi. Oleh karena itu, kita mengulangi konsentrasi atau meditasi untuk mencapai "zona" ini. Ini tidak harus selalu berupa meditasi duduk, tetapi juga dapat terjadi ketika atlet atau teknisi memasuki "zona" dengan berkonsentrasi pada target mereka. Tentu saja, kita juga dapat mencapai keadaan seperti itu melalui konsentrasi dalam meditasi.
Tahap ini adalah tahap yang pertama kali ingin dicapai, dan kemudian, keadaan "kosong" yang tenang muncul.
Keadaan "kosong" yang tenang pada awalnya bersifat sementara, tetapi pada akhirnya akan menjadi stabil, dan kemudian, untuk sementara waktu, kita akan mencapai keadaan observasi (Vipassana).
Saya merasa bahwa istilah "Vipassana" yang digunakan dalam berbagai aliran meditasi sebenarnya merujuk pada keadaan ini. Namun, pada kenyataannya, tidak mungkin mencapai tahap seperti itu sejak awal. Oleh karena itu, meskipun seseorang menyebut dirinya "Vipassana" (observasi), bahkan jika orang tersebut merasa telah melakukan observasi, atau jika metode meditasi melibatkan observasi anggota tubuh atau kulit, pada kenyataannya, ini adalah observasi melalui lima indra, dan ini didasarkan pada konsentrasi. Karena objeknya adalah lima indra, observasi lima indra masih dapat dianggap sebagai tahap konsentrasi, dan masih merupakan tahap awal.
Di daerah sini, terdapat banyak istilah yang membingungkan. Jika berbicara tentang pengamatan melalui lima indera, mungkin lebih baik tidak menyebutnya "Vipassana" karena bisa membingungkan. Namun, di beberapa aliran, pengamatan melalui lima indera, seperti kulit atau anggota tubuh, juga disebut "Vipassana," sehingga sulit untuk memahami esensi dari meditasi.
Pada kenyataannya, keadaan yang muncul setelah melampaui lima indera, bahkan melampaui keadaan "kekosongan," dan mencapai keadaan ketenangan, barulah yang pantas disebut "Vipassana."
Beberapa aliran menjadikan hal tersebut sebagai tujuan akhir, tetapi pada kenyataannya, "Vipassana" itu sendiri hanyalah sebuah tahapan.
Jika seseorang benar-benar mencapai keadaan "Vipassana," kemudian akan ada tahapan lain, seperti terbangunnya "higher self" melalui aktivasi "heart chakra," yang akan membangkitkan rasa syukur dan cinta. Selanjutnya, "Vishuddha" akan terbuka dan energi akan mengalir, sehingga kemampuan pemurnian akan meningkat, dan kemudian akan ada tahapan "penyalaan Ajna."
Saya merasa bahwa karena aura sering berkumpul di "Ajna," mungkin sudah waktunya untuk melihat perubahan yang muncul di "Ajna," tetapi untuk saat ini, saya masih mengamati.