"Hal yang mudah" dikatakan, tetapi "hanya menarik perhatian" dalam hal spiritual.

2023-03-12 記
Topik.: スピリチュアル

"Menerima segala sesuatu sebagaimana adanya" atau "kesatuan", adalah hal yang "sederhana" jika seseorang telah mencapai tingkat kesadaran, tetapi sebelum mencapai titik itu, hal itu tidaklah mudah.

Terkadang, bahkan para pemimpin mungkin hanya berpura-pura, sementara di lain waktu, para pemimpin mungkin telah mencapai tingkat kesadaran tertentu dan mengatakan hal-hal tersebut. Dalam kedua kasus tersebut, orang yang berbicara biasanya sangat yakin dengan apa yang mereka katakan, dan terkadang itu benar, atau terkadang mereka hanya berpura-pura. Namun, dalam kedua kasus tersebut, bagi mereka yang belum mencapai kesadaran, hal-hal seperti itu mungkin terdengar "tidak masuk akal" atau hanya "menarik perhatian". Intinya, hal-hal ini tidak dapat dipahami.

Yang dimaksud dengan "kesadaran" di sini adalah tahap awal atau tahap selanjutnya dari pencerahan. Secara khusus, ini bisa berupa Dhyana-Samadhi yang disebutkan di akhir Yoga Sutra, atau dalam Zen, pemahaman mendalam atau keadaan yang melampaui Kenkong, atau dalam Buddhisme Tantra, penyatuan dengan Cahaya, atau dalam konteks spiritual atau Kristen, keadaan Trinitas. Namun, sebelum mencapai tingkat kesadaran seperti itu, ketika seseorang dikatakan oleh para praktisi spiritual bahwa sesuatu itu "sederhana", hal itu mungkin tidak dapat dipahami.

Trauma seringkali perlu diatasi, dan konsep seperti "kesatuan" atau "melepaskan pikiran-pikiran yang mengganggu" sering disebut sebagai "metode", tetapi jika hal-hal itu dapat dilakukan dengan mudah sebagai sebuah metode, itu berarti seseorang sudah mencapai kesadaran. Orang-orang berjuang untuk mengatasi hal-hal tersebut justru karena mereka belum mencapai kesadaran.

Ada juga aliran yang mengatakan "pahami", dan berusaha mencapai kesadaran melalui "pemahaman yang mendalam" (aliran-aliran seperti itu tidak mengatakan "mencapai kesadaran", tetapi hanya "memahami"). Namun, bahkan setelah mencapai kesadaran, hal itu memang bisa menjadi sesuatu yang sederhana seperti "pemahaman", tetapi sebelum mencapai kesadaran, bahkan jika seseorang mempelajari dan memahami logika dengan tepat, mereka tidak akan mencapai keadaan yang sama.

Setelah mencapai kesadaran, "metode" tidak terlalu penting, dan hal-hal menjadi "pemahaman" atau "sesuatu yang sederhana". Namun, sebelum mencapai kesadaran, manusia yang hidup di dunia ini membutuhkan "metode" atau "latihan" untuk mencapai penyatuan. Ini bisa berupa belajar, berlatih, atau bahkan melalui pekerjaan sehari-hari. Dalam semua kasus, beberapa bentuk "tindakan" atau "metode" diperlukan.

Secara umum, metode-metode tersebut bisa berupa apa saja, dan secara harfiah, apa pun, baik itu pekerjaan atau hobi, dapat mengarah pada kesadaran. Itu memang benar, tetapi ada perbedaan dalam hal kemudahan dan efisiensi, dan saya pikir meditasi dan metode yoga adalah yang paling cocok untuk banyak orang.

Yoga mencatat secara rinci tahapan menuju kesadaran, dan juga memiliki teknik-teknik yang sangat detail. Meskipun ada berbagai jenis yoga saat ini, yoga yang menggabungkan meditasi dan teknik pernapasan (pranayama) memiliki efek yang lebih baik. Yoga yang sering disebut sebagai senam atau pose juga efektif, tetapi mungkin tidak cocok untuk semua orang karena bergantung pada kondisi fisik. Oleh karena itu, mungkin lebih baik melakukan yoga yang melibatkan gerakan tubuh, serta meditasi dan teknik pernapasan (pranayama).

Pada saat itu, sebaiknya jangan terlalu terpaku pada perkataan orang yang sudah mencapai tingkat kesadaran yang tinggi, tetapi berusahalah sebaik mungkin sesuai dengan tingkat yang Anda capai. Itu mungkin mudah dikatakan, tetapi penting untuk memahami tingkat Anda saat ini dan naik selangkah demi selangkah.