Zona (Kesenangan, Tindakan, Konsentrasi, Pekerjaan) 2. Ketiadaan (Keheningan, Kedamaian) 3. Keheningan (Ketenteraman, Gerakan yang Tenang, Observasi) 4. Cinta dan Rasa Syukur (Kesatuan, Cinta yang Melampaui Seksualitas, Berbagi, Tindakan Tanpa Diri Sendiri, Tuhan) 5. Doa dan Meditasi, Gaya Hidup Sehat, Pelayanan (Kebersihan, Kesederhanaan, Etika dan Sopan Santun, Makanan Sehat, Olahraga yang Cukup, Postur Yoga, Pernapasan yang Tenang dan Dalam)
Ini adalah elemen sekaligus tingkatan. Dengan bekerja keras dan meningkatkan diri, seseorang dapat mencapai zona, merasakan kesenangan dan kebersamaan dengan objeknya, serta memaksimalkan hasil dan efisiensi. Kemudian, dengan konsentrasi yang meningkat, sesekali seseorang akan mengalami kedamaian "ketiadaan". Kebahagiaan ini akan menyembuhkan diri sendiri setiap hari.
Seiring berjalannya meditasi, kesadaran secara bertahap menjadi lebih jernih dan berkembang. Seiring kesadaran terbangun, suatu saat kondisi ketenteraman keheningan akan muncul. Awalnya mungkin hanya sesekali terjadi, tetapi kemudian seseorang dapat hidup dalam keadaan tenang dan damai.
Kemudian, seseorang akan menyadari cinta dan memahami kesatuan. Hal ini akan memunculkan rasa syukur dan keinginan untuk berbagi. Ini juga merupakan kesadaran tentang Tuhan.
Dengan demikian, manusia akan terbangun secara spiritual dan menemukan kebahagiaan di dunia ini. Tidak lagi terbebani oleh perasaan superioritas atau saling melukai, mereka akan terhubung lebih dalam satu sama lain, dan peningkatan jumlah orang seperti itu akan menjadi dasar bagi perdamaian sejati di dunia.
Ini adalah sesuatu yang dapat dicapai oleh siapa saja. Dasarnya adalah dengan bekerja keras pada pekerjaan masing-masing. Dengan mencapai zona dan bahagia, hal ini kemudian akan mengarah pada kondisi ketenteraman, memahami cinta, dan merasakan rasa syukur.
Ketika seseorang mengakhiri hidupnya, ia akan merasa sangat puas dan memiliki kehidupan yang memuaskan, benar-benar menjadi lingkaran sempurna. Jika itu terjadi, orang tersebut pasti akan diselimuti kebahagiaan dan naik ke tingkat yang lebih tinggi. Bagi umat Buddha, mereka akan terbebas dari siklus reinkarnasi dan mendapatkan kebebasan. Bagi umat Kristen, mereka akan masuk kerajaan Tuhan. Dalam Shintoisme, seseorang benar-benar menjadi dewa. Apa pun keyakinannya, elemen dan jalan ini dapat digunakan secara umum dan pasti akan mengarah pada kehidupan yang memuaskan dan bahagia.
Dasar spiritual adalah berusaha mencapai hal ini, dan semua tindakan dan pemahaman terhubung dengannya.