<Tentang Ajna>
Pertanyaan: Ajna (mata ketiga) sudah dibuka, tetapi saya merasa belum merasakan chakra terbuka?
Jawaban: Tidak perlu terlalu khawatir. Jika berkembang terlalu cepat, bisa menjadi masalah. Perkembangan terjadi secara bertahap, jadi tidak masalah.
<Tentang Sahasrara>
Sahasrara (chakra mahkota) sering terbuka (mungkin karena ini adalah tempat acara).
Ketika dilihat secara spiritual, Sahasrara lebih menonjol (daripada energi dari Ajna).
<Tentang Artikulasi>
Sudah membaik.
<Kelelahan Tubuh>
Anda terlihat lelah (mungkin karena sedikit sakit punggung). Kemungkinan kurang tidur. Meskipun kesadaran meningkat, tubuh belum cukup istirahat, jadi sebaiknya beristirahat lebih lama.
<Kondisi Chakra dan Grounding>
Mulaadhara: Lemah
Svadhisthana: Hampir tidak aktif
Manipura - Sahasrara: Terbuka
Saat ini, keseimbangan antara maskulinitas dan femininitas tidak seimbang.
Mulaadhara yang lemah menunjukkan maskulinitas.
Svadhisthana yang hampir tidak aktif menunjukkan femininitas.
Secara umum, ada teori bahwa Kundalini berasal dari Mulaadhara atau Svadhisthana, tetapi pada kenyataannya, baik maskulinitas (Mulaadhara) maupun femininitas (Svadhisthana) diperlukan agar Kundalini benar-benar terbangun. Saat ini, meskipun chakra atas terbuka melalui meditasi, tanpa grounding ini, tidak akan ada kebangkitan yang stabil selama 24 jam. Sekarang, meskipun ada momen kebangkitan penuh selama meditasi, stabilitasnya tidak ada. Meskipun Anda dapat bekerja pada kedua chakra ini (Mulaadhara dan Svadhisthana) secara bertahap melalui meditasi, akan lebih cepat jika Anda mendapatkan bantuan dari pasangan wanita. Keseimbangan maskulinitas dan femininitas saya saat ini adalah 4:6, di mana femininitas sedikit lebih kuat, jadi saya perlu memperkuat maskulinitas untuk mencapai keseimbangan 5:5. Kehadiran pasangan wanita pada tahap ini akan sangat membantu.
Kesan: Svadhisthana sering disebut sebagai chakra ketidaksadaran, dan memang, saya cenderung menghindarinya, tetapi mungkin inilah saatnya untuk mengatasinya. Dalam konteks ini, yoga Brahmacharya (pantang seks) dipahami dalam konteks yang berbeda. Memang, aktivasi chakra bawah tanpa aktivasi chakra atas, terutama hati, dapat menyebabkan seseorang terombang-ambing oleh nafsu dan menjalani kehidupan yang penuh dengan gairah, sehingga yoga Brahmacharya (pantang seks) efektif untuk pertumbuhan spiritual. Namun, ketika Sahasrara atau hati sudah terbuka, chakra atas akan mengendalikan kesadaran, sehingga lebih baik mengaktifkan semua chakra, baik atas maupun bawah, sehingga kesadaran dapat menyebar secara seimbang ke semua tingkatan. Saya merasa bahwa alam semesta Sahasrara, dimensi antara Ajna dan Vishuddha, nafsu Manipura, hasrat dan grounding Svadhisthana dan Mulaadhara, semua dimensi ini dapat diintegrasikan melalui cinta Hati (Anahata). Di sini, cinta juga dapat dipahami sebagai sesuatu yang lebih dari sekadar nafsu, melainkan sesuatu yang sakral. Ini adalah pemahaman yang didasarkan pada cinta Hati.
<Tentang Seorang Yogi>
Orang itu telah mencapai kesadaran, tetapi karena mencapai kesadaran secara instan dan melompati tahapan, sulit bagi orang lain untuk menirunya. Kemungkinan jiwa alien.
Dalam kasus saya, saya berniat untuk mempelajari langkah-langkah untuk mencapai kesadaran secara bertahap. Saya melihat penampilannya, mendengarkan ceritanya, dan mendapatkan gambaran sekilas tentang kesadaran akhir, tetapi karena cara saya berbeda, akan lebih baik untuk memahami semuanya dengan asumsi tersebut.
<Penyaluran (Channeling)>
Saat bermeditasi, cobalah untuk meminta pesan dari Purusha (roh, permata cahaya, diri yang lebih tinggi) yang berada di dalam dada. Latihan penyaluran.
<Saran untuk Menjadi Konselor (Mulai Musim Panas?)>
Ada saran untuk menjadi seorang konselor yang memberikan konseling secara bertahap.
<Kehidupan Ini>
Ini adalah kehidupan terakhir di Bumi.
Berhati-hatilah agar tidak menumpuk karma. Jika gagal, Anda harus menjalani kehidupan ini lagi.
Kesan: Sesuai dengan apa yang saya sadari. Karena itu, saya sedang memulihkan petunjuk-petunjuk yang terkait dengan karma yang belum terselesaikan dalam berbagai kehidupan, sehingga kehidupan saya menjadi terfragmentasi. Bagi orang lain, kehidupan saya mungkin sulit dipahami, tetapi saya berhati-hati untuk tidak meninggalkan karma apa pun agar tidak terbawa ke kehidupan berikutnya, sambil memulihkan petunjuk-petunjuk tersebut. Kesadaran itu sesuai dengan apa yang saya ketahui dan sesuai dengan konseling.
<Karma (dari Kehidupan Sebelumnya)>
Karma ala umat Buddha. Seorang Swamiji dari Hinduisme.
Kesan: Keduanya sesuai dengan apa yang saya sadari. Saya menyadari bahwa saya pernah menjadi seorang umat Buddha di wilayah pantai barat bagian bawah Semenanjung Noto, tetapi arahnya (lebih ke barat laut dari Nagano) sesuai dengan konselor. Seorang kepala biara di sebuah kuil. Pengalaman sebagai seorang Swamiji dari Hinduisme juga hampir sesuai dengan apa yang saya sadari. Saya menyadari bahwa saya pernah mengalami beberapa kehidupan. Yang disebutkan adalah kehidupan yang mirip dengan seorang Swamiji.
<Kisah Cinta dari Hati>
Mungkin akan lebih baik jika dijadikan cerita fiksi dan diterbitkan dalam bentuk buku, seperti buku elektronik.
Cerita yang menggabungkan pemahaman masa lalu dan masa kini, di mana masa lalu dan masa kini bertemu, dengan elemen spiritual, terdengar menarik.
Kesan: Memang, itu juga ide yang bagus.