Ketika membaca buku-buku yoga, seringkali kata "ahankara" diterjemahkan sebagai "ego", sehingga menimbulkan kebingungan. Memang benar, dalam konteks yoga, "ahankara" merujuk pada "ego" saja. Namun, dalam penggunaan umum, kata "ego" juga mencakup "buddhi".
"Ego" dalam penggunaan umum = Kecerdasan/pikiran yang berpikir (buddhi dalam yoga) + Kesadaran diri (ahankara dalam yoga).
Oleh karena itu, "ego" dalam penggunaan umum ≠ "ahankara".
Di sisi lain, dalam yoga, "ahankara" seringkali diartikan sebagai "ego".
Inilah titik kebingungan.
Ini bukan masalah mana yang benar atau salah, tetapi perlu dibedakan berdasarkan aliran dan konteks. Jika dipahami dalam konteks masing-masing, tidak akan ada masalah (meskipun mungkin membingungkan pada awalnya).
"Ahankara" adalah reaksi dari pikiran yang berpikir (buddhi dalam yoga). Karena pikiran berpikir menciptakan ilusi bahwa sesuatu itu ada, padahal sebenarnya tidak ada. Jadi, yang sebenarnya ada adalah "buddhi". Karena "buddhi" menganggap sesuatu yang sebenarnya tidak ada, maka muncul kesadaran diri yang disebut "ahankara". Oleh karena itu, secara teoritis, ada pemisahan antara "buddhi" dan "ahankara". Namun, dalam istilah spiritual umum, kata "ego" seringkali merujuk pada keduanya. Mungkin, pada zaman dahulu, kata "ahankara" hanya merujuk pada satu hal, tetapi sekarang, secara historis, dalam industri spiritual, "buddhi" dan "ego" seringkali dicampur menjadi satu dan disebut "pikiran yang berpikir". Oleh karena itu, jika hanya mendengar kata-kata tersebut, maknanya bisa menjadi tidak jelas. Namun, ketika berbicara tentang "ego" dalam konteks spiritual, yang dimaksud adalah baik "buddhi" (kecerdasan, fungsi berpikir) maupun "ahankara" yang merupakan ilusi.
Meskipun fungsi "buddhi" tidak hilang, "ahankara" hanyalah sebuah reaksi, sehingga sebenarnya tidak ada. Oleh karena itu, "ego" dalam arti "kesadaran diri" adalah "ahankara". Semakin seseorang memahami realitas, "ahankara" akan semakin menghilang.
Kata "ego" (kesadaran diri) dalam konteks spiritual dan "ahankara" (yang sering diterjemahkan sebagai "ego") dalam konteks yoga, seringkali diterjemahkan dengan kata yang sama, sehingga menimbulkan kebingungan. Namun, "ego" dan "ahankara" tidak sama dalam penggunaan umum, tetapi sama dalam konteks yoga.