"Perjalanan ke Alam Roh Berdasarkan Nada yang Berasal dari 'Jiwa' dan Interpretasi 'Kosong'."

2023-07-08 Catatan.
Topik.: Spiritual: Yoga: Nada suara.

Dalam buku kuno "Perjalanan Roh ke Dunia Roh," terdapat cerita misteri tentang suara "dum dum" dari drum. Penjelasan dalam buku tersebut mengenai mengapa suara tidak terdengar di dalam bangunan yang digunakan untuk memuja roh, tetapi terdengar di luar, adalah "suara gelombang yang dihasilkan oleh benturan antara gelombang kebaikan dan gelombang keburukan," atau "suara yang dihasilkan oleh benturan antara gelombang kebaikan dan keburukan."

Suara drum yang terdengar "dum dum," atau suara ombak yang menghantam batu dan terdengar "zir zir," berbeda-beda tergantung pada roh. Dikatakan bahwa suara-suara tersebut dihasilkan di tempat-tempat yang dihuni oleh roh baik, sebagai pencegah masuknya gelombang keburukan.

Gelombang kebaikan terdiri dari getaran halus, sedangkan gelombang keburukan terdiri dari getaran kasar. Getaran alami bersifat lambat. Oleh karena itu, roh baik dapat memasuki dunia keburukan, tetapi roh jahat tidak dapat memasuki dunia kebaikan. Seperti yang dapat kita dengar sekarang, ketika gelombang keburukan berada di dekat gelombang kebaikan, ia akan lenyap. Ketika kita melihat manusia di dunia nyata, kita dapat membedakannya berdasarkan frekuensi getaran ini. Apakah seseorang melakukan banyak perbuatan baik atau tidak, itu jelas terlihat. (Dari halaman 40 buku tersebut)

Dalam buku yang sama, terdapat deskripsi tentang "kekosongan" (ku). Apakah deskripsi ini sama persis dengan konsep kekosongan dalam agama Buddha, itu masalah yang berbeda, tetapi isinya sangat menarik. Menurut deskripsi tersebut, dunia kekosongan dapat dilihat sebagai memiliki beberapa tingkatan atau aspek.

Terdapat tingkatan seperti "kekosongan air" (ku-sui), "kekosongan api" (ku-ka), "kekosongan tanah" (ku-do), "kekosongan cahaya" (ku-ko), dan "kekosongan kekosongan" (ku-ku). Tingkat terakhir, "kekosongan kekosongan," tampaknya merupakan dunia kekosongan yang sebenarnya. Pertama, "kekosongan air" adalah "qi" yang memiliki atribut air, yaitu esensi air yang merupakan asal mula dan telah ada sejak awal. Sebagai perbandingan, "qi" muncul setelahnya, sedangkan "qi" adalah sesuatu yang ada sejak awal. Ini adalah esensi yang melampaui tubuh fisik, tubuh halus, dan tubuh roh, dan merupakan wujud ketuhanan. Esensi dari "kekosongan" ini adalah "asal." Dan menurut buku tersebut, esensi kekosongan dijelaskan sebagai berikut:

Penyebab munculnya sesuatu dari ketiadaan, dan ketiadaan dari sesuatu, (selanjutnya) adalah bahwa sesuatu adalah representasi dari gerakan spiritual, dan ketiadaan adalah sesuatu sebelum gerakan spiritual. Namun, dunia kekosongan bukanlah sesuatu, dan juga bukan ketiadaan; ia adalah keseluruhan yang menyatukan sesuatu dan ketiadaan. Ini disebut dunia "ada dan tiada," atau dunia "segala aspek." (selanjutnya) Untuk mencapai penyatuan dengan Tuhan, atau dengan kekosongan itu sendiri, adalah syarat mutlak untuk mencapai pencerahan. Segala sesuatu berasal dari kekosongan dan kembali ke kekosongan. (Dari halaman 209 buku tersebut)

Yang tersirat di sini adalah bahwa "ada" adalah gerakan, dan "tiada" adalah sebelum gerakan. Dan kekosongan adalah aspek dari adanya dan ketiadaan gerakan tersebut. Awalnya, aspek-aspek ini dikenali sebagai "ada" dan "tiada," tetapi sebenarnya ada dunia asal mula yang merupakan prototipe kekosongan, yaitu dunia di mana "ada" dan "tiada" bersatu. Dalam dunia itu, kekosongan tetap ada bahkan tanpa adanya gerakan spiritual. Jika dunia yang ada tanpa gerakan adalah esensi Tuhan, maka cerita ini sangat masuk akal.

Ini adalah penjelasan yang cukup jelas, dan jika hubungan antara "kosong," "ada," dan "tidak ada" sesederhana ini, saya rasa kita tidak perlu terlalu banyak berpikir atau merasa khawatir seperti dalam ajaran Buddha, dan kita bisa memahaminya dengan mudah.

Saya telah mendengar cerita semacam ini di berbagai tempat, dan ada cerita yang serupa, tetapi juga ada cerita yang sedikit berbeda. Saya pikir situasinya kurang terstandardisasi. Namun, penjelasan yang jelas ini, menurut saya, bisa menjadi inti dari sebuah penjelasan.

Meskipun verifikasi lebih lanjut diperlukan di masa mendatang, saya pikir penjelasan ini adalah hipotesis yang menjanjikan, dan jika dijelaskan dengan arah ini, banyak hal bisa terhubung menjadi satu kesatuan.