Orang-orang yang tetap berada di bumi akan terus mengalami siklus reinkarnasi dari keinginan (samsara).

2026-06-08Publik. (2026-04-18 記)
Topik.: スピリチュアル

Sampai sekarang, hal ini seringkali disebarkan seolah-olah itu adalah sesuatu yang buruk.

Namun, pada kenyataannya, orang-orang yang tetap tinggal di Bumi inilah yang merupakan tokoh utama di Bumi ini. Bukan hanya karena mereka akan menjadi tokoh utama di masa depan, tetapi kelompok inilah yang sudah menjadi tokoh utama di Bumi saat ini.

Nilai-nilai yang menilai keinginan sebagai hal yang buruk adalah nilai-nilai dari kelompok kedua, yaitu para pekerja cahaya (lightworkers). Dan seperti yang telah dijelaskan berulang kali, bahkan para pekerja cahaya itu sendiri akan mengubah pandangan mereka dan mencapai integrasi dengan melepaskan nilai-nilai pemisahan tersebut. Mereka akan menyadari bahwa keinginan bukanlah "kejahatan," melainkan salah satu aspek dari kesadaran, dan akibatnya, perselisihan akan berhenti. Pada saat itu, kritik terhadap keinginan juga akan berhenti.

Dalam spiritualitas, reinkarnasi seringkali digambarkan seolah-olah itu adalah sesuatu yang buruk, tetapi seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, siklus ini tampaknya merupakan bagian tak terhindarkan dari proses di mana makhluk buas memperoleh kemanusiaan dan mencapai keilahian. Siklus reinkarnasi yang kuat ini harus dipandang secara positif.

Keinginan umumnya muncul melalui emosi chakra kedua, yaitu Swadhisthana, dan dapat berubah menjadi emosi yang intens karena perasaan kekurangan. Seperti yang dikatakan dalam agama Buddha, keinginan melahirkan keterikatan, yang menghasilkan rasa kurang dan penderitaan. Dan siklus reinkarnasi terus berlanjut tanpa henti di dunia ini. Namun, emosi tersebut bukanlah sesuatu yang sepenuhnya negatif. Rasa sakit menunjukkan bahwa seseorang telah memperoleh kemanusiaan. Makhluk buas tidak memiliki konflik emosional seperti kesadaran diri yang menyertai manusia. Makhluk buas berada dalam keadaan fungsi kehidupan murni yang lebih kuat. Ketika menjadi manusia dan mendapatkan emosi, pada awalnya mereka mungkin akan merasa kesulitan. Namun, itu adalah kesulitan yang sehat.

Dengan mengalami kesulitan tersebut, keinginan muncul, dan seseorang belajar tentang kemanusiaan melalui rantai kesedihan dan penderitaan (samsara). Ini adalah struktur di mana rantai pilihan reinkarnasi berikutnya secara impulsif tercipta karena keinginan dan hasrat. Dalam rantai inilah manusia tumbuh. Siklus ini berlanjut sampai spiritualitas menjadi matang sehingga seseorang tidak lagi memilih untuk bereinkarnasi secara impulsif. Ketika seseorang "lulus" dari keinginan, itu adalah pembebasan (moksha) dalam agama Buddha atau Vedanta. Sampai saat itulah reinkarnasi akan terus berlangsung di Bumi.

Oleh karena itu, tetap tinggal di Bumi bukanlah sesuatu yang buruk. Orang-orang yang hidup di Bumi memiliki kebebasan. Mereka memiliki kebebasan untuk menciptakan masa depan Bumi melalui pilihan mereka sendiri. Kekuatan ini tidak dapat disangkal. Kita harus memandangnya secara lebih positif. Bahkan keinginan pun bisa menjadi kekuatan pendorong menuju masa depan. Energi inilah yang akan membuka jalan bagi masa depan.

Dan, sebagai hasil dari menciptakan masa depan yang lebih baik sendiri, siklus reinkarnasi akan berakhir.

Hal-hal sulit hanya dapat diatasi dengan adanya motivasi. Siklus ini akan terus berlanjut sampai semua hal yang harus dilakukan diselesaikan. Jika itu adalah peran kita, apakah itu disebut "keinginan" (yang baik), atau "misi," mungkin tidak ada perbedaan besar.

Dimulai dari kekasaran, dan pada akhirnya, seseorang akan memiliki keanggunan. Itu bisa menjadi kualitas bagi manusia di masa depan. Ini bukanlah sesuatu yang negatif, melainkan gambaran tentang bagaimana manusia di masa depan. Ada kemuliaan dan kekuatan seperti berjalan menuju matahari pagi.

Siklus ini akan berlangsung sangat lama. Dan kehidupan akan berulang berkali-kali.

Ini adalah cerita dari makhluk buas menjadi dewa. Dewa dalam hal ini bukanlah setengah dewa, setengah binatang, melainkan benar-benar menjadi dewa. Ini adalah kisah transformasi. Transformasi itu sangat menarik, dan orang yang tinggal di Bumi akan mengalaminya sendiri.

Mungkin tampak tidak ada hubungannya dengan "ascension" (kenaikan spiritual). Namun, transformasi inilah yang bisa disebut sebagai ascension. Bukan sesuatu yang terjadi secara instan, melainkan sebuah cerita tentang perubahan jangka panjang, itulah arti sebenarnya dari (ascension dalam artian luas).

Kelompok lain (seperti malaikat atau lightworker) mungkin mengalami bagian-bagian berbeda dari proses panjang tersebut. Kelompok yang tinggal di Bumi akan melalui transformasi selama waktu yang sangat lama. Dan setelah itu, mereka dapat mengalami "ascension" (dalam artian sempit).

Ini bukanlah cerita tentang bagaimana "kejahatan" (keinginan, kegelapan) dihancurkan oleh cahaya, melainkan kisah tentang bagaimana makhluk buas berubah menjadi dewa. Itu juga merupakan bagian dari ascension.

Orang-orang yang tinggal di Bumi akan hidup dengan kuat dan mandiri. Manusia di Bumi adalah tokoh utama di planet ini.