Jauh, atau bahkan jika itu bersifat sementara, tujuan terlihat.
Menyatakan keilahian batin ini. Menyatu dengan kesadaran Tuhan, cahaya Tuhan, dan menjadikan keilahian batin sebagai sesuatu yang pasti, itulah yang seharusnya menjadi tujuan, dan kesadaran diri yang pada akhirnya menjadi Tuhan, atau mendekati Tuhan, adalah jalan yang seharusnya ditempuh. Tuhan adalah energi dan kesadaran yang penuh, yang juga disebut prana (dalam yoga). Kesadaran ini adalah kesadaran Tuhan, dan dengan meningkatkan prana dari kesadaran Tuhan, kita mendekati Tuhan.
Ini adalah sesuatu yang biasanya diajarkan di awal ketika memulai yoga, dan mungkin banyak orang sudah mengetahuinya, jadi ini bukanlah pengetahuan yang istimewa.
Sampai sekarang, saya hanya memahami hal-hal ini secara samar, tetapi ketika kesadaran Sahasrara (sedikit saja) terbuka, saya benar-benar memahami bahwa cerita sederhana ini sebenarnya adalah tujuan.
Ini bukan hanya cerita atau pelajaran.
Sebenarnya, kesadaran manusia adalah tak terbatas dan terhubung dengan kesadaran Tuhan, dan hal ini, yang biasanya dipelajari, benar-benar dapat terjadi melalui Sahasrara. Dan saya yakin bahwa itulah tujuannya, dan mewujudkan kesadaran Tuhan adalah hal yang penting, dan pada akhirnya, latihan spiritual seharusnya mengarah ke sana.
Pada tahap ini, makna dari apa yang dikatakan dalam buku-buku, bahwa keilahian batin, diri kita yang adalah Tuhan, adalah identik dengan energi dan kekuatan alam semesta dan prana, menjadi sangat jelas (meskipun manifestasinya masih sedikit).
Kita juga dapat memahami dengan baik kata-kata dalam kitab suci yang mengatakan bahwa Tuhan adalah semua kehidupan, dan demikian pula, kata-kata dalam kitab suci yang mengatakan bahwa hati kita dipenuhi dengan kebijaksanaan yang tak terbatas, juga (meskipun manifestasinya masih sedikit), jelas bahwa itu adalah kebenaran, dan memperdalamnya adalah mendekati tujuan.
Kata-kata bahwa diri kita yang adalah Tuhan adalah energi yang memenuhi seluruh alam semesta, juga (tentu saja, kita belum mencapai keadaan yang sangat tinggi ini), menjadi sangat jelas, dan keraguan hilang.
Ini bukan tentang percaya secara buta, tetapi tentang benar-benar memahami bahwa itu adalah kebenaran. Sampai di titik ini, pengetahuan yang diperoleh dari belajar sudah cukup, tetapi di sini, kita benar-benar yakin bahwa pengetahuan yang diperoleh dari belajar itu adalah kebenaran, dan arah yang harus ditempuh menjadi jelas.
Jika kita menyadari, memahami, dan menerima tujuan ini dengan jelas, saya rasa kita tidak akan lagi terlalu terpengaruh oleh hal-hal sepele di tengah jalan (misalnya, kemampuan supranatural).
Ini adalah sesuatu yang dapat kita sadari dengan jelas, meskipun mungkin hanya sedikit, dan kita memiliki keyakinan tentang hal itu. Namun, kita juga menyadari bahwa ada jurang yang sangat besar antara kondisi kita saat ini dan tujuan akhir tersebut, yang mungkin tidak dapat kita capai dalam satu kehidupan. Meskipun demikian, saya pikir akan sangat menyenangkan jika kita dapat mewujudkan sebagian kecil dari kesadaran ilahi itu dalam kehidupan ini.