Anda tidak perlu memikirkan hal-hal yang rumit, Anda hanya perlu bersyukur.

2022-05-29 Catatan.
Topik.: Spiritual: Catatan Meditasi.

Ada beberapa orang yang mungkin tidak bisa menerima sesuatu kecuali jika ada logika yang jelas di baliknya, tetapi pada kenyataannya, memahami logika tersebut bukanlah suatu keharusan. Anda bisa memahaminya jika mau, tetapi tidak masalah jika Anda hanya merasa bersyukur.

Mungkin sulit dipahami, tetapi hanya dengan bersyukur dan menjalani hari-hari dengan rasa syukur, itu sudah cukup.

Hal yang sama berlaku untuk meditasi.

Ada berbagai jenis meditasi, ada yang melibatkan pembahasan logika dan kebenaran serta merenungkannya, tetapi hanya dengan mengulangi kata "terima kasih" saja, itu sudah cukup sebagai meditasi.

Ada juga meditasi yang melibatkan melafalkan mantra, tetapi Anda bisa mengganti mantra tersebut dengan mengulangi kata "terima kasih". Dalam beberapa kasus, "terima kasih" mungkin lebih efektif daripada mantra tertentu.

Hanya dengan mengulangi kata "terima kasih," tubuh akan menjadi lebih aktif dan penuh energi, kotoran akan dibersihkan, dan Anda akan dipenuhi dengan cahaya.

Terutama pada awalnya, mengucapkan "terima kasih" mungkin terasa sangat sulit. Anda mungkin merasakan sakit tiba-tiba saat mencoba mengucapkan "terima kasih," dan mungkin hanya bisa mengucapkannya satu atau dua kali. Hal ini mungkin disebabkan oleh trauma masa lalu yang terpendam dalam diri Anda, jadi Anda tidak perlu memaksakan diri untuk mengucapkannya. Cukup ucapkan "terima kasih" sebanyak yang Anda bisa, bahkan hanya sekali atau dua kali.

Seiring waktu, kata "terima kasih" akan muncul secara alami dan Anda akan bisa mengucapkannya berkali-kali.

Dalam hal ini, pentingnya kesopanan dalam masyarakat Jepang adalah hal yang luar biasa. Namun, di media massa, mengajarkan kesopanan seringkali dianggap sebagai "perundungan" atau "pelecehan," dan rasa syukur kepada karyawan semakin dianggap sebagai hal yang tabu. Padahal, pada dasarnya, kesopanan dan ucapan terima kasih bukanlah perundungan atau pelecehan. Hal ini hanya karena seseorang tidak bisa merasakan syukur, sehingga trauma mereka muncul dan menyebabkan mereka merasa sakit.

Tentu saja, ada kalanya lingkungan sekitar benar-benar melakukan pelecehan. Namun, ketika mengajarkan disiplin, pendidikan karyawan, atau hal-hal dasar lainnya, penting untuk kembali ke posisi dasar rasa syukur. Jika tidak, rasa syukur mungkin tampak seperti pelecehan.

Dengan demikian, di Jepang, rasa terima kasih sangat erat kaitannya dengan masyarakat. Jika seseorang hidup sesuai dengan kebiasaan Jepang, rasa terima kasih akan tumbuh, jiwa akan menjadi murni, dan aura positif akan meningkat. Ini bisa dikatakan sebagai masyarakat Jepang yang pada awalnya dan secara tradisional, di mana hanya dengan bersyukur, segala sesuatu bisa teratasi.

Menurut saya, ini adalah masyarakat yang jauh lebih baik daripada masyarakat saat ini, di mana seseorang bisa dibuang jika tidak menghasilkan sesuatu.