Dalam berbagai aliran yoga, tantra, atau okultisme, terkadang terdapat ritual inisiasi yang menyertai proses masuk ke dalam suatu kelompok. Namun, waktu pelaksanaan ritual tersebut berbeda-beda tergantung pada alirannya.
Beberapa aliran memberikan inisiasi hampir secara bersamaan dengan penerimaan seorang murid. Sementara itu, di aliran yang lebih tradisional, terutama yang memiliki guru atau master, biasanya tidak memberikan inisiasi kepada mereka yang belum mencapai tingkat kesiapan untuk menerimanya.
Perbedaan ini terletak pada apakah suatu aliran menganggap bahwa menjadi murid sudah merupakan sebuah inisiasi, ataukah masih ada tahapan sebelum seorang calon murid layak menerima inisiasi. Dalam aliran tradisional, pandangan kedua lebih dominan. Inisiasi diberikan ketika seorang murid telah mencapai tingkat di mana ia dapat menjadi pelayan atau tangan kanan guru untuk berkontribusi kepada dunia.
Di sisi lain, beberapa aliran memberikan inisiasi dengan cepat setelah seseorang bergabung. Hal ini seringkali menyebabkan perbedaan dalam tingkat kemampuan para murid.
Dalam inisiasi tradisional, seorang murid harus terlebih dahulu mencapai pemurnian batin, aktivasi kundalini, kenaikan kundalini hingga mencapai titik sahasrara, pembukaan chakra, dan pergerakan aura yang terintegrasi dengan chakra. Barulah kemudian ia dapat menerima tahap pertama inisiasi.
Setelah itu, akan ada tahapan kedua dan ketiga, di mana murid secara bertahap mendekati tingkat guru.
Namun, pada aliran yang memberikan inisiasi terlalu cepat, seringkali kundalini seorang murid bahkan belum aktif sama sekali. Bahkan, setelah berlatih selama 10 tahun, mungkin hanya terjadi sedikit kemajuan.
Mengingat bahwa inisiasi dalam arti sebenarnya adalah sesuatu yang sangat tinggi, kemungkinan tidak banyak orang di masyarakat modern yang dapat mencapai tingkat tersebut untuk menerima inisiasi. Sejak dulu kala, ritual inisiasi seperti itu seringkali hanya menjadi legenda. Di era modern ini, hal tersebut mungkin semakin jarang terjadi.
Oleh karena itu, memberikan inisiasi terlalu dini kepada seorang murid mungkin merupakan semacam kebohongan yang tidak berbahaya dari guru, atau tindakan yang dilakukan dengan niat baik untuk memotivasi murid. Bagi para master tingkat tinggi, mereka dapat melihat masa depan dan memperkirakan seberapa besar potensi pertumbuhan seorang murid. Mereka mungkin berpikir bahwa meskipun seorang murid belum menunjukkan banyak kemajuan, namun dalam kehidupan ini ia akan mengalami perkembangan yang signifikan, sehingga inisiasi diberikan terlalu dini. Bagaimana menurut Anda?