Prana adalah apa yang disebut "energi" dalam yoga, yaitu salah satu bentuk energi kehidupan, dan merupakan energi dasar manusia yang bekerja di dekat tubuh. Ini dapat dipulihkan melalui makanan, dan juga dapat ditingkatkan dengan berada dekat dengan alam.
Di sisi lain, Kundalini adalah energi dasar yang muncul dari dalam diri seseorang, dimulai dari Muladhara (chakra dasar) dan naik hingga Sahasrara (chakra mahkota).
Meskipun terkadang digambarkan sebagai hal yang sama, keduanya adalah hal yang berbeda. Prana sudah ada sejak awal, tetapi pada orang biasa yang tidak melakukan latihan, prana biasanya lemah dan tidak optimal. Dengan latihan atau mengonsumsi makanan yang baik, prana dapat ditingkatkan, sehingga memungkinkan seseorang untuk hidup sehat.
Prana tidak hanya penting untuk hidup sehat, tetapi juga penting untuk membangkitkan Kundalini. Dengan meningkatkan prana, dasar bagi Kundalini untuk bergerak akan terbentuk.
Ketika Kundalini mulai bergerak, ia terhubung dengan energi dasar dan menciptakan keadaan aura yang berbeda dari sebelumnya.
Kundalini awalnya dimulai dari Muladhara, kemudian secara bertahap bergerak ke area yang lebih dominan, dan ketika mencapai Sahasrara, seseorang mencapai keadaan ketenangan.
Ini bukanlah sesuatu yang terjadi dengan cepat, tetapi membutuhkan waktu beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun untuk perubahan yang bertahap.
Dengan aktivasi Kundalini, seseorang memperoleh kematangan spiritual, tetapi kemudian, Higher Self (diri yang lebih tinggi) turun dan menyatu dengan kesadaran.
Ketiganya, secara umum, dianggap sebagai "aura" yang berbeda, yaitu aura sebagai prana, aura sebagai Kundalini, dan aura sebagai Higher Self, dan masing-masing dianggap sebagai entitas yang berbeda.
Mengenai aura, mungkin ada kesalahpahaman, tetapi semuanya dianggap sebagai sesuatu yang "dirasakan", dan dikenali sebagai "itu" dengan keadaan dan sensasi yang berbeda.