Dengan mengarahkan perhatian pada hati, seseorang dapat mencapai keadaan observasi.

2022-04-09 Catatan.
Topik.: Spiritual: Catatan Meditasi.

Kesadaran berada di antara alis (ajna) sehingga muncul pikiran, dan ketika kesadaran berada di jantung, kita menjadi dalam keadaan observasi.
Di sini, "pikiran" yang dimaksud bukanlah pemikiran logis dari kesadaran sadar, melainkan kesadaran yang muncul dalam ruang.

Dalam arti itu, pengetahuan yang telah disebut sebagai chakra sejak zaman kuno berlaku, di mana area antara alis adalah mata ketiga, atau third eye, atau ajna chakra, yang memungkinkan kita untuk melihat sesuatu. Namun, "melihat sesuatu" juga mencakup merasakan pikiran dalam dimensi astral, jadi ketika kita memfokuskan kesadaran pada area antara alis, pikiran (dalam ruang) muncul, atau pikiran (yang muncul dalam ruang) dapat dirasakan.

Di sisi lain, ketika kesadaran berada di jantung, pikiran jarang muncul (atau yang muncul tidak dirasakan), dan di jantung, pada dasarnya kita memiliki kesadaran observasi (seperti dalam lima indra).

Dalam keadaan yang belum terbiasa, perbedaan ini tidak terlalu signifikan, karena memfokuskan diri pada area antara alis memiliki efek yang lebih besar dalam menekan pikiran-pikiran yang tidak penting, jadi yang terakhir lebih dominan. Namun, setelah pikiran-pikiran yang tidak penting hilang, pikiran yang tersisa tampaknya muncul (dan dapat dirasakan) ketika kesadaran berada di area antara alis (ajna).

Dalam kesadaran sadar, pikiran sangat jelas, seperti A atau B, atau AxB, tetapi pikiran yang dapat dirasakan di area antara alis adalah pikiran dasar yang muncul dalam ruang, yang mirip dengan mimpi. Pikiran-pikiran ini seringkali tidak memiliki urutan yang jelas, seperti mimpi. Namun, pikiran astral dalam ruang empat dimensi seringkali tidak terstruktur seperti dalam tiga dimensi, dan seringkali berupa pikiran yang muncul dan menghilang tanpa alasan, yang sebagian besar tidak berarti. Dalam keadaan seperti itu, penting untuk mencari dan memilih informasi yang jelas dan relevan. Namun, langkah pertama adalah pikiran tersebut dapat dirasakan.

Meskipun kesadaran di ajna memungkinkan kita untuk merasakan pikiran, hal itu seringkali tidak dapat diandalkan, karena pikiran astral tidak memiliki urutan yang jelas. Jadi, meskipun kita dapat merasakan sesuatu, itu mungkin hanya seperti mimpi, meskipun terkadang dapat memberikan petunjuk.

Di sisi lain, ketika kesadaran berada di jantung, kita terbebas dari pikiran-pikiran yang berantakan dan dapat melihat realitas dengan lebih jelas. Namun, ini bukan berarti hanya hidup dengan kesadaran di jantung, karena kesadaran di ajna juga penting sebagai persepsi. Dalam keadaan kesadaran di jantung, kita memasuki keadaan "vipassana" yang disebut-sebut, di mana kita dapat melihat "apa adanya" dari lingkungan sekitar.