Sebagian dari artikel ini dibuat dengan menggunakan kecerdasan buatan. Isinya telah diperiksa dan diperbaiki oleh editor.
Di sini, muncul sebuah pertanyaan.
Seorang pencari kebenaran, dapatkah ia mempraktikkan dua jenis disiplin spiritual, yaitu Sankhya Yoga dan Karma Yoga, secara bersamaan? Jika tidak mungkin, mengapa demikian?
Jawaban untuk pertanyaan ini adalah bahwa, menurut seorang pencari kebenaran yang sama, seseorang tidak dapat mempraktikkan Samkhya Yoga dan Karma Yoga secara bersamaan.
Alasannya adalah karena pandangan yang menjadi dasar dalam proses pelatihan tersebut berbeda.
Seorang yogi karma mengakui bahwa tindakan, hasil dari tindakan, Tuhan, dan diri sendiri adalah entitas yang terpisah. Selanjutnya, mereka melepaskan keterikatan pada hasil dari tindakan dan melakukan semua kewajiban untuk Tuhan, atau sebagai persembahan kepada Tuhan.
Di sisi lain, para yogi Sankhya menyangkal adanya kesadaran akan diri sebagai pelaku (author awareness) untuk semua tindakan yang dilakukan oleh pikiran, indra, dan tubuh.
Tindakan-tindakan tersebut dapat dilihat sebagai pergerakan atau sensasi antara entitas Guna, yang merupakan ciptaan Maya, di dalam objek masing-masing. Dan mereka tetap berada dalam identitas dengan kebenaran, kesadaran, dan kebahagiaan itu sendiri, serta dengan ketuhanan yang meresap ke segala sesuatu.
Karma yogi melihat dirinya sebagai pelaku tindakan. Sankhya yogi tidak demikian.
Karma yogi mempersembahkan tindakan mereka kepada Tuhan. Sankhya yogi tidak mengakui tindakan yang dilakukan oleh pikiran dan indra tanpa kesadaran akan pelaku, sebagai sebuah tindakan.
Karma yogi memandang Tuhan sebagai sesuatu yang berbeda dari dirinya sendiri. Samkhya yogi selalu memandang Tuhan sebagai sesuatu yang identik dengan dirinya sendiri.
Karma yogi mengakui keberadaan Prakriti, dan semua objek yang berasal dari Prakriti. Samkhya yogi tidak mengakui keberadaan apapun selain Brahman.
Seorang yogi karma mengakui keberadaan karma dan buah dari perbuatan tersebut.
Di sisi lain, seorang yogi Sankhya tidak mengakui adanya tindakan atau hasilnya yang terpisah dari Brahman, dan juga tidak menganggap bahwa dirinya memiliki hubungan dengan tindakan tersebut.
Seperti ini, proses dan cara pandang dalam perjalanan spiritual dari dua jenis pencari kebenaran sangat berbeda. Oleh karena itu, seseorang yang sama tidak dapat menjalankan kedua jenis latihan tersebut secara bersamaan.
Namun, meskipun kedua jalurnya berbeda, itu tidak berarti tujuannya akan berbeda.
Misalnya, seseorang yang ingin pergi dari India ke New York di Amerika Serikat, jika mengikuti jalur yang benar, baik menuju timur maupun barat, mereka akan dapat mencapai Amerika.
Sama seperti itu, meskipun Sāṃkhya Yoga dan Karma Yoga bergerak di sepanjang jalur yang sama sekali berbeda, seorang pencari kebenaran yang dengan tegas mengikuti salah satu dari keduanya akan segera mencapai tujuan tertinggi yang dimiliki oleh keduanya, yaitu penyatuan dengan Tuhan.