Banyak orang mencari kebahagiaan, atau mencoba menemukan seperti apa kehidupan yang bahagia. Namun, sebenarnya kebahagiaan itu ada dalam keseharian kita. Kita bisa merasakan kebahagiaan dalam rutinitas sehari-hari, bukan hanya dalam situasi khusus.
Dengan menjalani kehidupan sehari-hari yang biasa saja, kita bisa merasa bahagia setiap hari.
Bahkan di rumah sederhana khas Jepang, yang mungkin tidak terlalu luas, rapi, atau baru dibangun, dan bahkan mungkin sudah tua sehingga pemiliknya mulai berpikir untuk membangun kembali atau merenovasi, kita tetap bisa merasakan kebahagiaan yang cukup.
Untuk merasakan kebahagiaan dalam kehidupan sehari-hari yang biasa, kita membutuhkan kepuasan dari dalam diri sendiri.
Kondisinya sebenarnya sangat sederhana, hampir tidak ada persyaratan khusus.
Alasannya adalah, jika dikatakan bahwa ada syarat untuk mencapai kebahagiaan, maka ketika seseorang tidak memenuhi syarat tersebut, mereka akan merasa tidak bahagia. Kebahagiaan seperti itu tidaklah berkelanjutan.
Hal ini juga berlaku dalam cinta. Jika cinta didasarkan pada syarat-syarat tertentu, misalnya tinggi badan, pendapatan, penampilan yang menarik, dll., maka jika salah satu dari syarat tersebut tidak terpenuhi, cinta tersebut bisa hilang.
Namun, jika ada perasaan "aku menyukainya meskipun aku tidak tahu alasannya" atau "ada sesuatu tentang dia yang membuatku tertarik tanpa alasan jelas," maka perasaan itu cenderung lebih berkelanjutan.
Demikian pula dengan kebahagiaan. Meskipun ada kondisi-kondisi tertentu yang dapat menghalangi seseorang untuk merasa bahagia, pada dasarnya tidak ada syarat khusus untuk mencapai kebahagiaan. Kebahagiaan adalah sifat dasar manusia, jadi kita tidak memerlukan syarat apa pun untuk menjadi bahagia.
Namun, jika ada faktor lingkungan atau hubungan interpersonal yang menghalangi seseorang untuk merasa bahagia, maka dengan menghilangkan atau menyelesaikan masalah tersebut, kehidupan akan secara alami menjadi lebih bahagia.