Ketika saya melihat jam, tepat pukul 11:11.
Saya tiba-tiba menerima pesan dari seseorang yang sedang saya pikirkan.
Kata-kata yang muncul dalam mimpi, saya temukan di suatu tempat keesokan harinya.
Di halaman buku yang secara tidak sengaja saya buka, ada satu kalimat yang sangat relevan dengan diri saya saat ini.
Hal seperti ini terjadi, dan terkadang membuat saya berpikir, "Apakah ini pertanda sesuatu?"
Tentu saja.
Karena kita adalah manusia.
Dan semakin kita merasa lelah atau ragu dalam mengambil keputusan, kebetulan semacam itu terasa lebih besar dari biasanya.
Meskipun hanya jam di ponsel yang menunjukkan pukul 11:11, terkadang saya merasakan seperti menerima notifikasi dari sebuah pertemuan kosmik.
Tentu saja, tidak perlu menganggap semua kebetulan sebagai hal yang sepele.
Ada intuisi-intuisi tertentu.
Sesuatu yang membuat kita penasaran.
Entah mengapa, ada sesuatu yang terasa janggal.
Meskipun tidak ada alasan yang jelas, terkadang kita ingin terus memperhatikan.
Dan seringkali, perasaan itu ternyata adalah pintu masuk penting.
Oleh karena itu, saya pikir tidak apa-apa untuk tidak langsung menolak pertanda atau intuisi tersebut.
Namun, tidak semua kebetulan harus dianggap sebagai pesan penting.
Ini sangat penting.
Jika kita mulai menganggap segala sesuatu sebagai pertanda, kehidupan sehari-hari akan tiba-tiba menjadi lebih sibuk.
Saya melihat angka 11:11.
Kemudian saya juga melihat angka 22:22.
Struk belanja di toko serba ada menunjukkan angka 777 yen.
Di stasiun, saya melihat iklan yang sama sebanyak tiga kali.
Di jalan, saya menemukan bulu berwarna putih.
Jika itu terjadi, hari itu akan menjadi proses "menerjemahkan" segala sesuatu.
Dari pagi hingga malam, dunia seolah-olah mengirimkan kode kepada kita.
Padahal, yang ingin kita lakukan hanyalah berbelanja dengan tenang, tetapi bahkan struk belanja pun terlihat memiliki makna tersembunyi.
Itu memang menarik, tapi juga bisa membuat lelah.
Ada saatnya ketika mencari pertanda terasa menyenangkan.
Ketika kita merasa dunia sedang berbicara kepada kita, itu memberikan sedikit kekuatan.
Saat kita merasa kesepian, kebetulan terkadang tampak seperti jawaban kecil.
Tidak perlu menertawakan perasaan itu sendiri.
Namun, jika kita terlalu sering mencari pertanda, kemampuan pengambilan keputusan kita bisa menurun.
"Ini adalah pertanda untuk maju."
"Ini adalah pertanda untuk berhenti."
"Ini berarti harus bertemu dengan orang ini."
"Mungkin ini adalah pesan untuk membeli produk ini."
Bagian terakhir itu agak berbahaya.
Terutama jika seseorang menafsirkan pertanda tersebut dan mengarahkannya pada sesuatu yang mahal, sebaiknya kita minum teh dulu. Jika tidak ada teh, air juga bisa. Intinya, berikan waktu sejenak.
Bahkan jika ada kebetulan aneh, kita tidak harus langsung menghubungkannya dengan keputusan penting.
Pertama, catat.
"Hari ini, hal seperti ini terjadi."
Itu saja sudah cukup.
Kemudian, biarkan selama satu malam.
Tidurlah.
Jika tidak bisa tidur, setidaknya beri waktu untuk berlalu.
Jika masih merasa khawatir keesokan harinya, lihat lagi.
Pada saat itu, coba pikirkan dengan cara yang berbeda.
Apakah ini benar-benar perasaan penting?
Apakah hanya kecemasan yang semakin kuat?
Apakah karena lelah dan ingin mendapatkan jawaban dari sesuatu?
Apakah ada harapan di dalamnya, dan Anda mencari makna yang sesuai dengannya?
Atau apakah itu adalah perasaan yang tenang yang tersisa?
Cara membagi ini mungkin tampak sederhana, tetapi bermanfaat.
Lebih baik melihat kondisi diri sendiri daripada terburu-buru memutuskan apakah itu pertanda atau bukan.
Dengan melakukan ini saja, Anda akan menjadi jauh lebih sulit untuk dipengaruhi.
Misalnya, Anda ragu apakah harus menghubungi seseorang.
Anda secara tidak sengaja melihat nama orang tersebut.
Anda mungkin berpikir bahwa ini adalah tanda untuk menghubunginya.
Hal seperti itu bisa terjadi.
Namun pada saat yang sama, mungkin ada alasan logis mengapa Anda ingin menghubungi mereka.
Mungkin ada hal penting yang perlu dibalas.
Mungkin ada percakapan yang membuat penasaran.
Mungkin ada sesuatu yang ingin Anda minta maafkan.
Atau mungkin hanya karena Anda merasa kesepian.
Sebelum menggunakan kata "pertanda," perhatikan juga alasan-alasan nyata tersebut.
Itu sudah cukup.
Yang lebih penting daripada percaya pada pertanda adalah tidak menyerahkan pengambilan keputusan kepada orang lain.
Bahkan jika Anda memiliki perasaan aneh, yang terakhir memilih adalah diri sendiri.
Tidak ada yang harus dilakukan secara mutlak hanya karena Anda melihat sesuatu.
Kebetulan bisa menjadi pintu masuk.
Namun, itu bukanlah perintah.
Intuisi juga sama.
Intuisi bukanlah atasan dalam hidup Anda.
Jika seseorang berkata, "Segera, maju ke arah ini. Alasannya akan dijelaskan nanti," itu akan sedikit membuat bingung.
Sebaliknya, jika Anda memperlakukan intuisi sebagai petunjuk kecil seperti, "Coba lihat di sini sebentar," maka Anda dapat menjalin hubungan yang lebih baik dengannya.
Jika penasaran, Lihatlah sebentar. Jika merasa ragu, Jangan langsung memutuskan, biarkan saja dulu. Jika merasa tenang, Perhatikan dari mana ketenangan itu berasal.
Itulah yang penting.
Memiliki perasaan aneh bukanlah bukti kehebatan khusus.
Ada orang-orang yang merasakan sesuatu. Ada juga orang-orang yang memiliki intuisi kuat. Ada juga orang-orang yang sensitif terhadap mimpi dan kebetulan.
Namun, yang lebih penting daripada apakah hal itu hebat atau tidak adalah bagaimana Anda memperlakukan perasaan tersebut.
Jika Anda melebih-lebihkan apa yang Anda rasakan dan membuat diri sendiri atau orang lain merasa tertekan, itu bisa menjadi sesuatu yang berbahaya.
Sebaliknya, jika kita menerima sesuatu yang kecil, melihatnya dengan tenang, dan dapat menundanya jika perlu, perasaan itu akan membantu dalam kehidupan sehari-hari.
Ada hal-hal yang tidak perlu dipahami sepenuhnya.
Ini mungkin terdengar sederhana, tetapi sangat penting.
"Apa ini?"
"Saya belum tahu."
"Mari kita lihat dulu."
Mampu mengatakan hal tersebut bukanlah kelemahan.
Sebaliknya, itu adalah penilaian.
Jika Anda lelah mencari tanda-tanda, saya rasa tidak perlu mencoba memahami semua pesan dari dunia sekaligus.
Jam adalah jam. Struk belanja adalah struk belanja. Impian adalah impian.
Namun, jika ada yang menarik perhatian, catat saja. Jarak seperti itu sudah cukup baik.
Jika sesuatu memang penting, kemungkinan besar akan tetap ada dengan tenang. Jika hanya kecemasan, seiring waktu akan sedikit mereda. Jika hanya kebetulan lucu, Anda bisa tertawa karenanya nanti.
Tidak perlu langsung menarik kesimpulan tentang semuanya. Tidak semua hal harus dianggap sebagai tanda-tanda.
Menghargai intuisi dan kebetulan, serta tidak terbawa olehnya, dapat berjalan seiring. Sebaliknya, ketika kedua hal itu ada, perasaan spiritual dapat digunakan dengan tenang dalam kehidupan sehari-hari.