Ketika spiritualitas seseorang berkembang, terkadang, menjadi lebih mudah untuk mendengar suara hati orang lain. Hal ini dipengaruhi oleh aliran dan cara latihan, dan tampaknya ada orang-orang tertentu yang lebih mudah mendengarnya. Dalam kasus seperti itu, seringkali, mendengarkan suara hati tersebut dapat menyebabkan kesalahpahaman tentang esensi yang sebenarnya.
Orang yang dapat mendengar suara hati orang lain seringkali berpikir bahwa mereka unggul karena hal itu. Namun, esensi yang sebenarnya mungkin tidak ada di sana.
Sebaliknya, orang yang tidak dapat mendengar suara hati mungkin dapat memahami esensi yang sebenarnya melalui "perasaan".
Ini bisa menjadi baik atau buruk. Jika seseorang dapat mendengarkan suara hati dan juga "merasakan", maka esensi yang sebenarnya dapat ditemukan. Namun, ada orang yang dengan mudah menyimpulkan kepribadian seseorang hanya dengan mendengarkan suara hati.
Hal ini juga terkait dengan perkembangan chakra. Jika seseorang hanya dapat mendengar suara hati, kemampuan "merasakan" mungkin belum berkembang. Chakra sebaiknya berkembang secara merata, tetapi terkadang, kemampuan tertentu menjadi terlalu dominan.
Kehidupan orang lain tidak selalu mudah dipahami. Diperlukan sikap untuk menyerap informasi secara mendalam dan tidak terburu-buru. Terutama, jika seseorang mendengar suara hati orang lain, itu tidak berarti bahwa suara tersebut adalah esensi yang sebenarnya.
Suara hati meliputi:
Suara hati yang muncul ketika ingatan masa lalu tiba-tiba muncul.
Suara hati yang ditanamkan oleh orang lain dalam kehidupan sehari-hari.
* Suara pikiran (logis).
Selain itu, ada juga suara dari diri sejati (higher self) dan suara dari pelindung (spirit guide). Ketika seseorang mendengar suara hati orang lain, seringkali, hal-hal ini tercampur.
Meskipun seseorang dapat mendengar suara hati orang lain, penting untuk mengetahui dari mana suara itu berasal, seberapa tinggi tingkatnya, apakah itu benar-benar dari pelindung, atau mungkin dari roh lain yang kebetulan berada di sekitar. Jika seseorang hanya menganggap suara hati sebagai jawaban tanpa memahami hal-hal ini, itu adalah penyederhanaan yang berlebihan. Bahkan jika seseorang dapat membedakannya, pada akhirnya, itu hanyalah suara hati, dan esensi yang sebenarnya terletak pada "perasaan". Suara hati dapat menjadi referensi, tetapi untuk menemukan esensi yang sebenarnya, diperlukan pemahaman yang lebih mendalam.